Transformasi digital membuat hampir seluruh aktivitas bisnis saat ini bergantung pada teknologi. Mulai dari komunikasi, transaksi, penyimpanan data, hingga operasional perusahaan dilakukan menggunakan sistem digital.
Namun, semakin besar ketergantungan terhadap teknologi, semakin besar pula risiko keamanan yang harus dihadapi.
Serangan siber dapat terjadi kapan saja. Perusahaan dapat menghadapi berbagai ancaman seperti phishing, malware, pencurian akun, kebocoran data, hingga akses tidak sah ke sistem perusahaan.
Karena itu, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan memasang antivirus atau firewall. Perusahaan juga membutuhkan proses monitoring keamanan secara berkelanjutan untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan digital mereka.
Ancaman Siber Tidak Selalu Terlihat
Salah satu tantangan dalam keamanan siber adalah tidak semua serangan langsung terlihat.
Serangan dapat dimulai dari aktivitas yang terlihat sederhana. Misalnya, seorang karyawan menerima email yang tampak seperti komunikasi resmi perusahaan dan kemudian mengklik sebuah tautan.
Dari aktivitas tersebut, penyerang mungkin mencoba mendapatkan informasi login. Jika berhasil, akun tersebut dapat digunakan untuk masuk ke sistem lain dan mencari akses yang lebih besar.
Contoh lainnya adalah aktivitas login yang terjadi pada waktu yang tidak biasa atau dari perangkat yang tidak dikenal.
Jika tidak dipantau, aktivitas seperti ini mungkin baru diketahui setelah terjadi masalah yang lebih besar.
Inilah salah satu alasan mengapa monitoring keamanan menjadi bagian penting dalam strategi cybersecurity perusahaan.
Apa yang Dilakukan dalam Security Monitoring?
Security monitoring pada dasarnya adalah proses mengawasi aktivitas digital untuk menemukan indikasi yang tidak normal atau berpotensi membahayakan.
Informasi dapat berasal dari berbagai sumber, seperti:
- Sistem jaringan
- Server
- Komputer karyawan
- Aplikasi perusahaan
- Sistem cloud
- Sistem keamanan
- Aktivitas pengguna
Informasi tersebut kemudian dapat dianalisis untuk melihat apakah terdapat pola atau aktivitas yang perlu mendapatkan perhatian.
Tujuannya bukan berarti semua aktivitas dianggap sebagai ancaman, tetapi untuk membantu perusahaan mendeteksi potensi masalah sedini mungkin.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Dalam keamanan siber, waktu merupakan salah satu faktor penting.
Semakin lama sebuah ancaman tidak terdeteksi, semakin besar kemungkinan dampaknya terhadap perusahaan.
Sebagai contoh, ketika sebuah akun karyawan berhasil diambil alih, penyerang mungkin tidak langsung melakukan tindakan besar. Mereka dapat terlebih dahulu mencari informasi, mencoba mengakses sistem lain, atau menunggu waktu yang tepat.
Dengan monitoring yang baik, aktivitas mencurigakan dapat ditemukan lebih awal.
Perusahaan kemudian memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan sebelum masalah berkembang menjadi insiden yang lebih besar.
Peran Manusia Tetap Penting
Teknologi keamanan memang semakin berkembang. Perusahaan dapat menggunakan berbagai sistem untuk membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Namun, teknologi tidak selalu dapat menentukan konteks sebuah kejadian secara sempurna.
Sebuah aktivitas yang terlihat mencurigakan belum tentu merupakan serangan. Sebaliknya, aktivitas yang terlihat normal dapat menjadi bagian dari serangan yang lebih kompleks.
Karena itu, manusia tetap memiliki peran penting dalam proses monitoring dan analisis keamanan.
Profesional cybersecurity perlu memahami informasi yang muncul, melakukan analisis, menentukan prioritas, dan mengambil langkah yang sesuai.
Salah satu profesi yang memiliki peran tersebut adalah SOC Analyst.
🚀 Tingkatkan Kompetensi di Bidang SOC dan Cybersecurity
Ingin membangun kompetensi dan mempersiapkan karier di bidang Security Operations Center?
Ikuti Pelatihan & Sertifikasi BNSP SOC Analyst bersama Thinkcorp Indonesia untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Mulai langkah Anda membangun karier di bidang cybersecurity bersama Thinkcorp Indonesia.

