Selamat datang di Thinkcorp Indonesia Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Terbaik di Indonesia! Anda sedang membaca di artikel yang tepat! Simak informasinya berikut ini!

Simak Selalu : Info Pelatihan dan Sertifikasi BNSP

TABLE OF CONTENTS

Kecelakaan Jeju Air 2024 dan Black Box yang Mati 4 Menit Sebelum Kecelakaan dan Kaitannya dengan Teknologi

Pada tahun 2024, dunia penerbangan kembali diguncang oleh kecelakaan tragis yang melibatkan maskapai Jeju Air. Kecelakaan ini tidak hanya menimbulkan duka mendalam tetapi juga mengangkat berbagai pertanyaan tentang teknologi keselamatan penerbangan, khususnya terkait black box yang mati empat menit sebelum kecelakaan terjadi. Artikel ini akan membahas kronologi kecelakaan, penyebab black box mati, serta bagaimana teknologi dapat berperan dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Jeju Air Jadi 179 Orang
sumber: detik.com
Kronologi Kecelakaan Jeju Air 2024

Kecelakaan Jeju Air 2024 terjadi ketika pesawat sedang dalam perjalanan dari Seoul ke Jeju. Saat mendekati tujuan, pesawat mengalami gangguan teknis di tengah cuaca buruk. Pada saat itu, komunikasi dengan menara kontrol terputus, dan beberapa menit kemudian, pesawat jatuh di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Salah satu aspek yang paling mengejutkan adalah black box pesawat yang berhenti merekam data empat menit sebelum kecelakaan.

 

Penyebab Black Box Mati Sebelum Kecelakaan

Black box, yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), adalah perangkat penting yang merekam semua data penerbangan dan percakapan di kokpit. Dalam kecelakaan Jeju Air, black box berhenti berfungsi empat menit sebelum pesawat jatuh, yang menimbulkan spekulasi mengenai beberapa kemungkinan penyebab:

  1. Gangguan Listrik Ada kemungkinan bahwa gangguan listrik yang parah mematikan sistem black box. Cuaca buruk dapat menyebabkan lonjakan listrik yang merusak komponen internal.
  2. Kerusakan Perangkat Keras Kegagalan perangkat keras akibat tekanan fisik atau keausan juga bisa menjadi penyebab utama. Jika perangkat keras black box sudah tua atau tidak terawat dengan baik, ini bisa mengakibatkan kegagalan fungsi.
  3. Peretasan atau Serangan Siber Meskipun jarang, peretasan atau serangan siber terhadap sistem pesawat bisa menjadi faktor. Ini menyoroti perlunya keamanan siber yang lebih kuat dalam sistem penerbangan.
Peran Teknologi dalam Mencegah Kegagalan Black Box

Teknologi memainkan peran krusial dalam memastikan black box berfungsi dengan baik, terutama dalam situasi darurat. Berikut adalah beberapa teknologi yang dapat membantu:

  1. Black Box Berbasis Cloud Penggunaan black box berbasis cloud memungkinkan data penerbangan dikirimkan secara real-time ke server darat. Dengan demikian, data penting tidak akan hilang bahkan jika perangkat di pesawat rusak.
  2. Sistem Cadangan Listrik Sistem cadangan listrik yang lebih canggih dapat memastikan bahwa black box tetap berfungsi meskipun terjadi gangguan listrik utama.
  3. Pemeliharaan Prediktif Teknologi pemeliharaan prediktif menggunakan AI untuk memonitor kesehatan perangkat keras black box dan memperingatkan potensi kerusakan sebelum kegagalan terjadi.
Kesimpulan

Kecelakaan Jeju Air 2024 dan kegagalan black box yang terjadi menyoroti tantangan besar dalam keselamatan penerbangan. Dengan adopsi teknologi canggih seperti black box berbasis cloud, sistem cadangan listrik, dan pemeliharaan prediktif, industri penerbangan dapat mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan penumpang. Investasi dalam teknologi ini sangat penting untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *