Disini saya akan sedikit memperkenalkan salah dua tools dalam dunia optimasi radio frequency yaitu MapInfo Professional dan Google Earth. Dua alat ini adalah list wajib bagi seorang optimasi radio frequency engineer.
MapInfo Professional

MapInfo professional fungsi utamanya adalah untuk memetakan lokasi site/tower, membuat rute drive test, mengolah data, memvisualisasikan neighbor list, dan lain-lainnya. Dahulu, banyak project dikerjakan dengan menggunakan bantuan mapinfo, seperti halnya membuat laporan SSV (Single Site Verification), drive test cluster, dan lainnya.
MapInfo juga dapat digunakan sebagai alat untuk visualisai neighbor list, sehingga kegiatan audit neighbor dapat dilakukan dengan mapinfo, khususnya pada jaman 2G dan 3G dimana belum ada SON (Self Organizing Networks) seperti di LTE. Walapun begitu, untuk lebih detailnya di LTE juga sebetulnya masih perlu dilakukan audit neighbor.
Data mengenai persebaran user pun (berupa kuat signal/kualitas signal/throughput) dalam juga ditampilkan dengan mapinfo, tentunya mapinfo ini berfungsi hanya untuk menampilkan, bukan menghasilkan. Segala data yang memiliki informasi latitude dan longitude dapat ditampilkan di mapinfo, dan diolah, menambahkan kolom atau baris pada data tersebut, dan lain sebagainya.
Namun semakin kesini, berdasarkan pengalaman saya sendiri, MapInfo sudah jarang digunakan. Salah satu operator yang saya ketahui bahkan telah membuat sebuah web-based “mapinfo wanna be”. Yang mana website tersebut dapat menampilkan lokasi-lokasi site, sebaran user, dan masih banyak lagi (dengan basic map Google Maps) yang mungkin sebentar lagi dapat menggantikan fungsi mapinfo. Namun, untuk beberapa hal, MapInfo tidak dapat digantikan sampai saat ini.
Google Earth
Google Earth menjadi salah satu alat wajib seorang engineer optimasi radio frequency dikarenakan beberapa alasan. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan MapInfo untuk beberapa hal, seperti menampilkan file dengan data lokasi di dalamnya, dan lebih spesifiknya lagi menampilkan site-site/tower pada peta di google earth. Namun ada hal spesial yang dapat dilakukan oleh Google Earth,
- Mengukur sudut arah antenna
- Menampilkan Elevation Profile dari garis yang dibuat (kontur)
Dua hal tersebut adalah hal yang paling sering dilakukan di google earth, dalam hal ini tentunya optimasi radio frequency.

Pada gambar di atas, ada data Heading, yang artinya ke sudut berapa kita arahkan garis yang ditarik. Dalam hal ini, sangat membantu untuk dapat mengarahkan azimuth/arah antenna ke area yang diinginkan. Lebih spesifik lagi, kita dapat melihat dengan cukup jelas formasi/bentuk bangunan di google earth, kemudian cocokan dengan foto asli dari tim rigger, sebagai validasi site audit atau instalasi antenna. Misalnya dengan instruksi “arahkan ke arah pabrik dengan atap berwarna putih”, dan lain sebagainya.
Berikut adalah contoh validasi arah azimuth dengan google earth

Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah, google earth dapat menampilkan elevation profile atau kontur tanah dari garis yang kita buat. Perhatikan gambar berikut ;

Pada bagian bawah, banyak informasi yang ditampilkan, diantaranya ; jarak garis yang dibuat, tinggi permukaan tanah (mdpl), dan lain sebagainya.
Dengan data tersebut, kita dapat mengetahui jika ada kontur yang jadi penghalang, kontur yang naik-turun, kontur naik, kontur turun, dan lain sebagainya. Sehingga data-data tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan optimasi, berapa nilai mechanical tilt, electrical tilt (baca lebih jauh mengenai Mechanical dan Electrical Tilt), nilai azimuth, nilai dari parameter-parameter radio, dan lain sebagainya. Google Earth sangat membantu dalam proses optimasi yang lebih akurat.
Kegunaan-kegunaan yang saya sebutkan di atas baik MapInfo maupun Google Earth adalah sedikit fitur yang dapat saya jelaskan. Diluar itu, masih banyak dan berlimpah fitur dari kedua alat tersebut, baik digunakan dalam dunia telkomunikasi ataupun bidang lainnya, tidak dapat saya jelaskan karena keterbatasan saya. Anda mau menambahkan?
Penulis : Sibro
Reviewer : ishakginting
Sumber : Pengalaman
Join Telegram Channel ThinkCorp